Bocah Kecil

Posted on 16. Apr, 2008 by maz.

1

Bocah kecil tidak lebih dari kelas dua SD

Duduk di sudut angkutan kota

Menggenggam sebuah kantong hitam

Kutebak nasi hasil nyanyi satu hari

Badan dekil tidak tersentuh air mandi

Baju pun jarang-jarang dicuci

Mata-mata sedikit melirik peduli

Selipkan receh untuk hidup esok hari

Aku sembunyi dari tanya

Mau kah ku tukar hidup dengannya?

Aku cuma penggerutu

Yang cuma titipkan beberapa ribu

Lalu tidur dan berteriak selesailah tugasku

Bangunlah dari mimpi

Berilah si bocah hijau seperti daun

Agar saat matahari menyala setiap pagi

Tumbuh kembang dan buah darinya

Jakarta, 16 Okt 2006, 04.06

Continue Reading

Intuisi

Posted on 16. Apr, 2008 by maz.

0

Ketika itu seorang pria sedang berendam santai di bak mandinya, tiba-tiba saja ia berteriak “Eureka!”. Rupanya sebuah ide baru saja melintas di pikirannya, justru pada saat ia tidak sedang secara serius memikirkannya. Pria tersebut adalah Archimedes dan ide tersebut selanjutnya kita kenal sebagai Hukum Archimedes, terbukti secara ilmiah mampu berperan penting dalam banyak aplikasi kehidupan.

Saya yakin seorang teknopreneur sering mengalami fenomena serupa dalam kesehariannya. Teknopreneur terbiasa mengambil keputusan dan langkah secara tepat dengan segera bahkan ketika belum dipikirkan berlama-lama. Ketika berhadapan dengan berbagai pilihan, biasanya sang teknopreneur secara cepat mengirimkan sinyal ke pikirannya dan secara cepat pula membuat pilihan. “Keputusan cepat lebih baik daripada keputusan tepat,” demikian seorang mentor bisnis saya pernah berpesan. [...]

Continue Reading

Dunia (Ide) Itu Datar

Posted on 16. Apr, 2008 by maz.

0

Masih ingat dengan buku The World is Flat-nya Thomas L. Friedman? Buku yang sangat menarik tersebut memaparkan tentang dunia yang semakin “datar” di era globalisasi. Berbagai inovasi telah merubah peta persaingan dunia menjadi relatif berimbang. Menurutnya, internet termasuk salah satu yang banyak berkontribusi terhadap pendataran dunia. Berbagai kontroversi terhadap gagasan tersebut memang masih terus bermunculan, namun paling tidak Friedman telah membuka mata tentang perkembangan dunia yang sangat cepat.

Jika di tataran praktis gagasan tersebut masih berada di “zona setuju-tidak setuju”, berbeda halnya dengan yang terjadi di dunia ide. Di dalam dunia ide, dunia benar-benar sudah menjadi datar, sedatar lapangan bolanya Real Madrid. Setiap orang di belahan dunia mana pun dapat menciptakan ide-ide dengan kualitas yang nyaris sama.

Awal bulan ini saya terlibat dalam proses penjurian sebuah kontes inovasi aplikasi telepon seluler tingkat dunia yang diinisiasi oleh salah satu perusahaan seluler raksasa. Peserta yang berpartisipasi dalam kontes ini berasal dari berbagai negara di benua Amerika, Eropa, Australia, dan Asia. Peserta dari Indonesia pun tidak ketinggalan ikut ambil bagian dalam gelaran adu inovasi ini. [...]

Continue Reading

Mencari Para Malaikat

Posted on 16. Apr, 2008 by maz.

10

Akhir tahun kemarin saya sempat chat via messenger dengan seorang rekan pebisnis teknologi, salah satu kalimat yang masih saya ingat adalah “coba kalau di industri game juga ada produser kayak di industri film”. Rekan saya yang satu ini memang bidang bisnisnya memproduksi game dan bermimpi untuk menciptakan game berkelas internasional dari Bandung. Lucunya, lontaran kalimat yang serupa sering saya dengar juga dari teknopreneur-teknopreneur muda lainnya.

Saya paham betul ekspektasi rekan-rekan saya tersebut. Para teknopreneur, atau paling tidak bibit teknopreneur, di negeri ini punya potensi yang sangat besar, ide-ide yang dihasilkan cukup inovatif, dan model bisnis yang ditawarkan pun sangat tepat untuk pasar saat ini dan masa depan. Sayangnya (sebetulnya kata ini tidak boleh ada di kamus teknopreneur), sulit mencari investasi yang dapat digunakan untuk merealisasikan ide-ide tersebut dan memperjuangkannya agar memperoleh hasil sesuai proyeksi. [...]

Continue Reading