Adik saya resmi jadi sarjana
Kamis kemarin sudah diwisuda
Saya ikut merasa bangga
Sama seperti ibu dan kakak-kakaknya
Namanya sudah boleh dibubuhi tanda
Sarjana Farmasi di belakangnya
Selanjutnya berjuang cari beasiswa
Ke Malaysia, Korea, bahkan Norwegia
Ide-ide riset masih banyak di kepalanya
Dari kosmetika hingga obat herba
Yang bahannya banyak di nusantara
Semoga kelak jadi pakarnya
Continue Reading
Tadi pagi saya dapat kabar kalau angkatan 2008 sudah mulai masuk kampus. Ngga terasa udah lama juga meninggalkan saat-saat awal masuk kampus dulu.
Saya pun jadi ingat dengan lagu angkatan di masa ospek jurusan dulu, lagu yang wajib dinyanyiin sambil lari-lari, baris-baris, dan “penyiksaan-penyiksaan” lain sepanjang masa ospek. Hebatnya, lagu ini ternyata direkam oleh paduan suara (entah dari mana) dan ada file versi mp3-nya.
Ini versi mp3-nya:Lagu Angkatan Sipil 98
Dan ini lirik lengkapnya:
Kami anak sipil
Kami anak sipil
Selalu bersemangatKami anak sipil
Kami anak sipil
Selalu bersemangatTanah dihentak ayo tarik tambang
Tunjukkan kita tak pernah tumbang
Walau di depan kita rintangan menghadang
Slalu punya smangat juangBangun pagi-pagi menuju gelap nyawang
Untuk mengikuti acara kaderisasi
Di sinilah kami dibina dan ditempa
Jadi manusia perkasaJalan jongkok, jalan bebek, jalan anjing
Push up rantai, tunduk tutup tlinga, dan dibentak KUYASatukan langkahmu dan tegakkan hatimu
Songsonglah hari esok dengan riang gembiraWahai Bos dan Bis-ku
Inilah tekad kami
Smangat nomor satu!
Kadang-kadang baris terakhir itu berubah jadi “Slamat nomor satu!”. Dasar mahasiswa.
Continue Reading
Anda mengenal nama Ahmad Zahir? Beliau adalah seorang ahli akuntansi dari Pakistan yang hidup di abad ke-16 dan merupakan penemu sistem double-entry debet-kredit dalam sistem akuntansi. Sistem ini yang kemudian menjadi acuan dalam akuntansi modern yang kita kenal saat ini. Memang ada sejarah lain yang mencatat bahwa sistem tersebut ditemukan oleh seorang ahli matematika Italia, Luca Paciolo. Tapi yang jelas adalah nama Ahmad Zahir ternyata lebih menarik seorang teknopreneur di Indonesia dibandingkan nama Luca Paciolo.
Adalah Fadil Basymeleh, seorang teknopreneur asli dalam negeri yang menjadikan kata Zahir sebagai merek dagang produk hasil inovasinya sekaligus nama perusahaannya. Fadil merupakan pendiri PT Zahir Internasional yang menciptakan perangkat lunak akuntansi dengan merek Zahir Accounting. Perusahaan ini baru saja memperoleh penghargaan Teknopreneur Award 2008, sebuah penghargaan untuk perusahaan yang sukses menghasilkan inovasi dan sukses juga membawa inovasi tersebut ke pasar sehingga menciptakan pertumbuhan bisnis yang baik bagi perusahaan tersebut.
Selain keunikan yang mereka ciptakan yaitu perangkat lunak akuntasi yang bukan ditujukan untuk akuntan atau ahli keuangan tapi justru untuk jajaran manajemen atau bahkan pemilik perusahaan sehingga dapat digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan, Saya menilai salah satu kunci sukses perusahaan teknologi yang satu ini adalah ketepatan membidik segmen pasar. Mereka membidik pasar konsumen utama produk mereka adalah UKM (usaha kecil menengah) yang membutuhkan manajemen keuangan secara rapi dan mudah tetapi memiliki keterbatasan anggaran.
Gambaran umum yang muncul tentang UKM sampai saat ini adalah bisnis yang dijalankan secara tradisional karena kondisi keuangan mereka tidak memungkinkan berinvestasi dalam penggunaan alat bantu teknologi. Namun Zahir berani melawan arus pemikiran tersebut. Yang mereka lakukan adalah menciptakan produk berkualitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan sehingga harganya pun cukup menarik bagi UKM.
Continue Reading
Mbok Darmi mungkin tidak tahu kalau foto-fotonya tersebar di internet, begitu juga sang suami Mbah Giman. Yang mereka berdua tahu adalah saat ini ada sekelompok orang, yang awalnya tidak mereka kenal, yang membantu pengobatan suaminya dan merawat dirinya.
Mbok Darmi adalah seorang tunawisma di Surabaya yang setiap hari selalu mendorong-dorong becak tempat tidur sang suami yang sedang sakit keras. Jangankan untuk pengobatan Mbah Giman, untuk tidur pun mereka harus menunggu pertokoan tutup agar dapat menggelar alas di depan trotoarnya.
Penderitaan yang mereka alami menggugah hati sekelompok pengguna internet yang biasanya berkomunikasi melalui kaskus (sebuah forum online terbesar di Indonesia). Melalui forum tersebut mereka bersepakat memberikan bantuan nyata, mulai dari pengumpulan sumbangan, membawa Mbah Giman ke rumah sakit, mencarikan tempat tinggal untuk keduanya, hingga memberikan laporan rutin ke publik melalui forum yang sama.
Gayung pun bersambut, dukungan tidak hanya datang dari warga Surabaya. Pengunjung forum yang berasal dari berbagai daerah dan berbagai kalangan turut memberikan perhatian dan bahkan sumbangan. Sebuah bukti bahwa dunia maya telah mampu membangun kepedulian sosial yang tanpa batas.




